Hubungan Cerita Upin & Ipin: Kejujuran dengan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Kristen Siswa Kelas V SD Negeri 112301 Aek Pamienke
Abstract
Korupsi merupakan permasalahan serius yang berawal dari perilaku tidak jujur dan penyalahgunaan kepercayaan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai anti-korupsi perlu dilakukan sejak dini melalui pendidikan karakter. Pendidikan Agama Kristen memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik berdasarkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan sesuai dengan ajaran iman Kristen. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah cerita film animasi yang bersifat edukatif dan kontekstual.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan Cerita Upin & Ipin: Kejujuran sebagai media pembelajaran dengan motivasi belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas V SD Negeri 112301 Aek Pamienke. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Variabel bebas (X) adalah penggunaan cerita Upin & Ipin: Kejujuran dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen, sedangkan variabel terikat (Y) adalah motivasi belajar Pendidikan Agama Kristen. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 112301 Aek Pamienke. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup dengan skala Likert yang disusun berdasarkan indikator motivasi belajar, meliputi minat belajar, perhatian, keterlibatan siswa, dan ketekunan dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Data dianalisis menggunakan analisis korelasi.
Hasil penelitian lapangan menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara penggunaan cerita Upin & Ipin: Kejujuran dengan motivasi belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas V SD Negeri 112301 Aek Pamienke. Berdasarkan hasil observasi dan pengumpulan data di lapangan, ditemukan bahwa sebagian besar siswa (lebih dari 75%) menunjukkan peningkatan motivasi belajar yang ditandai dengan meningkatnya minat, perhatian, keterlibatan aktif, serta ketekunan dalam mengikuti pembelajaran PAK setelah penggunaan cerita animasi sebagai media pembelajaran. Selain itu, hasil angket menunjukkan bahwa siswa merespons positif penggunaan media animasi, dengan nilai rata-rata motivasi belajar berada pada kategori tinggi. Penggunaan cerita animasi sebagai media pembelajaran terbukti mampu meningkatkan minat, perhatian, serta keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran secara nyata. Dengan demikian, cerita Upin & Ipin: Kejujuran dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar Pendidikan Agama Kristen sekaligus menanamkan nilai-nilai anti-korupsi dan karakter Kristiani pada peserta didik sekolah dasar.



